Menyatu Daging dan Darah Penghafal Quran Cilik

Oleh : Zulfikri Sidik, S.H.I

Seorang ibu dan ayah telah melihat potensi pada anak yang suka meniru apa yang ia dengar dari orang disekitarnya, dan sering mengulang kata-kata tersebut walaupun ia tidak mengerti apa maksud dari kata tersebut, kemudian sang Ayah melihat bahwa ini adalah potensi seorang anak yang jika dimanfaatkan kepada hal yang positif maka akan menjadi potensi besar dimasa yang akan datang. 

Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa :

مَنْ تَعَلَّمَ القُرْانَ وَهُوَ فَتِىُ السِّنِ خَلَّطَهُ الله بِلَحْمِهِ وَدَمِهِ

“Barang siapa yang mempelajari al Quran diusia muda maka Allah akan menyatukan al Quran dengan daging dan darahnya.” (Hr Bukhori)

Hikmah Al Quran dengan keistimewaaannya dapat membuat semua hal yang dekat dengannya menjadi mulia dan mendapatkan kemuliaan, jika didekatkan dengan seorang anak dana masa pertumbuhan dalam hadits ini disampaikan bahwa akan  menyatu dalam daging dan darahnya. Masyaallah 

Sejak kecil ditanamkan rasa cinta senang terhadap Al Quran maka Allah muliakan hikmah dan keberkahan dalam dirinya menyatunya kandungan keberkahannya kedalam daging dan darahnya. 

Anak dalam masa pertumbuhan akan belajar banyak hal dari apa yang ia dengar, jika yang sering ia dengar adalah kosa kata baik maka akan baik ucapannya, jika yang dia dengar kalimat buruk bisa jadi kalimat tersebut berasal dari lingkungan disekitarnya, maka dalam masa pertumbuhan banyak-banyaklah membangun komunikasi kepada seorang anak, karena ia mengsave kemudian menirukan kalimat tersebut. misalkan seorang ibu yang selalu mengajarinya untuk memanggil dirinya dan sebutan ayahnya dengan sebutan “mamah” dan “papah” maka pada masa usia perkembangan otaknya, ia akan sedikit demi sedikit mensave dan menirukan suara yang ia dengar, perkembangan seorang anak yang audio ini sangat cepat dalam proses belajarnya. 

Yang sering kita temui adalah anak anak yang mahir dalam bernyanyi lagu lagu Pop hits baru yang sering ia dengar di warung-warung terdekat dimana ia tinggal lalu, ia menurikannya hingga hafal diluar kepala tanpa perlu lihat teksnya, hal ini menjadi suatu potensi bagi anak yang bisa dikembangkan.

Jika dilihat dengan potensi ini, bagaimana apa jika yang ia dengar adalah bacaan-bacaan Al Quran yang bernilai pahala bagi ia yang membaca dan menyimakna dan proses ini ditanamkan sejak dini. Menirukan lagu pop maupun lagu lain tanpa menghafal teksnya tersebut mampu  dilakukan oleh anak usia beliau, bagaimana jika kalau anak itu mampu menirukan dan mengulangi lantunan ayat Al Quran karena ia mengikuti halaqah quran, atau karena sekolah berbasis tahfidz; maka hasilnya tidak menunggu waktu lama kegiatan yang dijalankan secara continue dan konsisten akan membuat ingatan hafalannya dari short-term kepada long-term, akan sangat melekat di hati dan fikirannya. 

الأَطْفَالُ يُرَدِدُوْنَ مَايَسْمَعُوْنَ  

“Anak-anak itu mengulangi ucapan apa yang mereka dengarkan”

Kegiatan yang dilakukan secara kontinyu walaupun dengan durasi yang tidak begitu lama akan tetapi kuantiti sering diperdengarkan, maka sang anak dengan mudahnya meniru kan lantunan ayat suci Al Quran. Hal ini menjadi modal yang sangat baik untuk perkembangan anak dimasanya, hal ini yang harus disadari para orang tua yang sedang memiliki anak kecil dalam pembentukan lingkungannya, lingkungan yang kondusif kegiatan yang dilakukan dirumah menjadi faktor pembentukan karakter kepribadian seorang anak. 

Sangat dianjurkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan supportif dalam keberlangsungan perkembangan pertumbuhan seorang anak, 

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Mulai Percakapan
Klik untuk mengajukan Pertanyaan

× Ada yang bisa kami bantu?