Oleh : Zulfikri Sidik S.H.I
Perencanaan sangat penting untuk dilakukan seseorang sebelum ia melakukan langkah kedepannya, seperti halnya seseorang yang sedang berkendara maka pertama kali yang dilakukan adalah menetukan kemana arah yang akan dituju, kemudian estimasi biaya yang dibutuhkan, kemudian persiapan bekal baik makanan ataupun uang, serta tidak ketinggalan adalah peta maps untuk memperkirakan tiba ditempat tujuan dan agar tidak salah arah dalam perjalanan, bayangkan jika ia sedekar pergi tanpa tahu kemana arah tujuan dan tanpa bawa perbekalan, berjalan tanpa arah dan persiapan begitu juga hal nya dalam pendidikan atau institusi yang akan dipilih sehingga tercapai apa yang diniatkan, pengawalan dan evaluasi.
Seorang bayi yang terlahir di dunia ini merupakan anugerah amanah dari Allah SWT yang harus dijaga karena tidak semua orang yang sudah melangsungkan pernikahan memiliki keturunan dalam waktu dekat, ada yang menunggu 2-3 Tahun bahkan 7-10 Tahun, kemudian Allah SWT beri kepercayaan untuk menjadi orang tua.
Sejak kehadiran buah hari jauh jauh hari para orangtua sudah mempersiapkan kehadirannya mulai dari nama yang terbaik, pakaian anak-anak, keperluan bayi, berbagai acara disiapkan bahkan sampai lembaga pendidikan sudah difikirkan orangtua untuk anak anaknya nanti mulai dari jenjang Playgroup sampai perguruan tinggi sudah masuk dalam list target orang tua untuk menyekolahkan anaknya kelak disana, masalah financial pun tak kalah penting disiapkan jauh setelah bapak dan ibu setelah melakukan akad sah dalam ikatan mahlgia pernikahan.
Tahukah Kamu bahwa ? lembaga terbaik untuk seorang anak sebelum mereka memasuki usia sekolah adalah IBU dan ayah sebagai kepala sekolahnya, banyak para orang tua merasa bingung untuk memilih lembaga terbaik yang bisa membawa anaknya meraih masa depan terbaik, namun belum menyadari bahwa dirinyalah lembaga pertama terbaik bagi anak-anaknya.
Suatu penelitian Ilmiah membuktikan bahwa 60 % kesuksesan seorang anak dalam pendidikan adalah di lingkungan Rumah dan 40 % diluar rumah, maka dalam hal ini tidak bisa kita mengandalkan salah satu factor tapi memaksimalkan kedua lingkungan tersebut Karena mereka melakukan kegiatan sehari-hari di lingkungan rumah dan sekolah, maka sang orangtua lah yang menyusun kurikulum kehidupan terbaik untuk buah hati dan sekolah melengkapi apa yang diinginkan oleh orang tua, tidak mesti semua anak harus sekolah umum ataupun semua di pondok pesantren akan tetapi dilihat dari kemampuan minat dan bakat anak jika kedua hal ini mampu diidentifikasi oleh orang tua sejak dini maka akan sangat mudah untuk mengarahkan jenjang selanjutnya.
Maka hal pertama yang perlu disadari adalah Faham, memahami bahwa orang tua memiliki hak otoritas yang besar peran sangat krusial dalam menentukan membentuk karakter anak dan menghantarkan kepada cita-cita dan harapan orang tua sendiri, mengidentifikasi minat dan bakat sejak dini dan kemudian mensupport untuk meraihnya.

