Oleh : Zulfikri S.H.I
Dr. Kamil El-Laboody menyatakan bahwa ”Menghafal Al Quran bagaikan sedang membangun Gedung yang memiliki 30 lantai, membutuhkan proses yang lama, biaya yang tak sedikit, usaha yang tak pernah lelah, bahan bahan yang kuat untuk menunjangnya, hal ini akan mempengaruhi kekuatan Gedung tinggi tersebut,
Dan yang sangat diperhatikan Ketika membangun Gedung adalah Pondasi yang bisa menopang apa yang dibangun diatasnya, maka diperlukan bahan terbaik, arsitek terbaik, engineering terbaik, mandor terbaik, staff terbaik dan pengelola terbaik untuk membangun kerangka pondasi yang kokoh dan kuat agar kelak gedungnya walau diguyur hujan diterpa angin tetap kuat bahkan sampai gempa sekalipun tetap bisa berdiri kokoh karena memiliki pondasi yang kuat
Analogi ini kita ambil dalam proses menghafal Al Quran, jika dibayangkan menghafal 30 Juz seluruhnya nampaknya begitu besar dan banyak, namun semua itu dimulai dari bacaan hafalan surat pendek dengan baik dan mutqin memiliki standarisasi sejak di hafalan surat pendeknya, dihitung sejak Juz Amma dan Juz Tabarak 29 menjadi pondasi yang harus kuat sebelum menghafal dari halaman surat yang lain, disisi lain menurut logika kita bahwa ayat ayat Juz amma dan juz Tabarak tidak sepanjang seperti juz lainnya akan tetapi memiliki rahasia kekuatan karena pada dasarnya orang yang sedang berproses menghafal ayat-ayat Al Quran banyak yang mengatakan bahwa menghafal ayat-ayat pendeklah yang sulit karena sering tertukar urutannya ataupun sebab lainnya.
Untuk anak anak dalam masa pertumbuhan yang belum banyak hal yang difikiran, baik itu pekerjaan maupun urusan dunia lainnya, ini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan dalam diri mereka ayat-ayat Al Quranul Karim, menginstal ayat ayat kedalam otak fikiran mereka akan semakin mudah dan kuat karena mereka mudah untuk dibentuk, mudah untuk diarahkan sehingga saat mereka tumbuh dewasa nanti mereka masih memiliki ingatan yang kuat hafalan Quran yang kokoh karena sejak kecil sudah dilatih dan diinstal ayat ayat suci Al Quran.
Dari Ma’bad dari Al-Hasan Al-Bashri, dia berkata,
عن معبد عن الحسن البصري قال: العلم في الصغر كالنقص في الحجر
Dari Ma’bad dari Hasan Al-Basri, beliau berkata.”Mencari ilmu pada saat kecil seperti memahat di atas batu.”
Membimbing anak kecil menjadi penghafal Al-Qur’an tidaklah mudah layaknya memahat di atas batu, perlu usaha keras. Yang perlu diingat adalah pahatan memang susah untuk dibuat akan tetapi tidaklah mudah untuk dihilangkan sehingga sama saja dengan anak kecil yang susah sekali dibimbing untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, maka apabila berhasil dalam menghafal maka hafalannya pun tidak mudah untuk hilang.
Disisi lain diperlukan kerjasama yang kompak dari para orangtua ayah dan bunda untuk membentuk lingkungan yang kondusif menciptakan suasana yang mendukung untuk anak menikmati ayat demi ayat, halaman demi halaman, membuat mereka menjalani rutinitas ini dengan senang dan bahagia rasa cinta bukan dengan rasa terkekang tertekan, yang jika ini terjadi bukan lah kesuksesan yang didapat akan tetapi boomerang bagi masa depan anak.
Membuat mereka cinta kepada Al Quran, selalu ingat waktu membaca itu perlu proses yang dicontohkan oleh orang tuanya karena uswah yang anak lihat akan dilakukan, ia melakukan apa yang ia lihat, maka pada tahap ini menjadi contoh lebih baik dari pada memberi contoh, Ketika orang tua sangat lantang untuk mengarahkan anaknya untuk A untuk B namun orang tua tidak melakukannya akan sulit diikuti oleh anak, namun jika ayah bunda melakukan terlebih dahulu kemudian memberikan pengarahan untuk melakukan hal yang sama, maka akan sangat mudah bagi anak untuk melakukannya karena semua sudah dicontohkan dan diperintahkan.
Maka menjadi PR tersendiri bagi ayah bunda sebelum memberi perintah untuk melakukan terlebih dahulu, akan sangat mudah anak melakukan tanpa merasa terpaksa dalam melakukannya.
Dengan perkembangan zaman modern ini Gadget menjadi hal yang positif dan negatif jika tidak dikendalikan oleh para orang tua kepada anaknya, pembatasan waktu dalam penggunaan dan bijaksana dalam membimbing menghantarkan anak kedepan pintu gerbang kesuksesan.

