Oleh : Zulfikri S.H.I
Dalam setiap proses keberhasilan seseorang, ada fakta dibaliknya yang tidak diketahui orang lain ada unsur yang menjadikan proses itu menuai hasil yang diinginkan, begitu pula proses menghafalkan Al Quran, apalagi untuk anak usia dini, tentu saja membutuhkan pertimbangan persiapan khusus serta keseriusan, demi mencapai keberhasilan. Faktor Utama adalah Niat dan Doa yang Ikhlas. dan ada beberapa faktor lainnya yang menjadi penunjang keberhasilan dalam proses menghafal anak usia dini kita akan coba share beberapa faktor internal dan eksternal yang bisa menjadi rujukan untuk diterapkan bersama diantaranya adalah :
1. Menyadari Fitrah Anak
Semua menyadari tanpa ada bantahan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. lalu permainan apakah yang baik untuk anak usia dini? dalam buku “Rahasia sukses 3 Hafizh quran cilik” disebutkan bahwa permainan yang baik adalah permainan yang edukatif dan tidak terlalu merporsir waktunya. permainan tersebut haruslah yang membantu tumbuh kembang anak, menyenangkan dan dapat merehatkan fikiran dari kejenuhan belajar.
Kemudian permainan yang membuat seluruh tubuh bergerak aktif, tidak mengganggu orang lain serta tidak membahayakan diri mereka dan orang lain. sebagai contoh adalah bersepeda, bermain bola, berkejar-kejaran dan lain sebagainya. karena disamping menyenangkan membuat tubuh menjadi sehat. sedangkan permainan yang harus dihindari, misalnya bermain game dan menonton film kartun yang tidak mendidik, karena akan menguras tenaga dan fikiran anak serta membuat mata lelah tanpa adanya aktifitas gerak dari anggota tubuh yang lain.
hal lain sebagai bentuk kesadaran akan fitrah anak adalah dengan memberikan pujian dan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi dalam menghafal.
2. Peran Orang Tua
Peran orang tua sangatlah penting dan krusial, yakni membangkitkan motivasi, mengawasi dan menemani, mengarahkan anak dalam proses menghafalkan Al Qur’an, serta menjaga keistiqomahan rutinitas terkait proses menghafal dan mengulang. salah satu nasehat tertulis adalah ketika menemani anak menghafal Al Quran hendaklah orang tua memperhatikan dengan seksama dan meninggalkan aktifitas lainnya. sebagai contoh ketika melakukan proses menghafal orang tua dianjurkan untuk tidak mengaktifkan ponsel, bermain internet, menonton televisi ataupun lainnya. disamping mengganggu konsentrasi anak, juga menunjukkan ketidak seriusan niat orang tua.
3. Manajemen Waktu
Manajemen waktu disini adalah waktu menghafal ayat baru, waktu untuk mengulang, waktu bermain dan belajar. ketika anak lebih banyak bermain tanpa mengulang hafalan dan menambah ayat maka waktu akan sia sia, begitu pula anak hanya dituntut untuk menghafal atau belajar saja tanpa menyisihkan waktu untuk bermain, maka akan jenuh tentu saja itu tidak baik bagi pertumbuhan perkembangnya. maka dari itu hendaklah para orang tua merencanakan wisata, makan-makan bersama dan permainan agar anak bisa rehat sejenak dan akan kembali segar dalam menghafalkan Al Quran.
4. Istiqomah / Kesinambungan
Setelah mampu mengatur waktu dengan baik, hal lain tak kalah penting adalah menjaga kesinambungan manajemen waktu. dalam menjalankan proses ini sangatlah dibutuhkan konsitensi dan komitmen. terkadang ada yang mengatakan bahwa anak kecil tidak boleh terbebani dengan banyak hafalan, sehingga membisikkan pada orang tua untuk menghentikan hafalan Al Quran mereka, atau terkadang rasa lelah dan pesimis hingga dalam benak mereka.
segeralah minta perlindungan agar dijauhkan dari semacam ini dan berdoa agar diistiqomahkan dalam menjalakan proses ini
diawal memang berat, akan tetapi jika kita membiasakan tiada hari tanpa Al Quran maka Al Quran akan menempel di hati dan dengan sendirinya akan merasa kurang jika melewatkan hari tanpa Al Quran.
Memberikan pendidikan kepada anak usia dini adalah hal yang penting dan sangat ditekankan. hal ini mengingat bahwa anak pada masa ini mengalami perkembangan otak yang sangat mempengaruhi intelektualitas pada masa selanjutnya.
Dalam Al Quran Allah SWT menyeru untuk mengajarkan Tauhid dan pendidikan Al Quran sedini mungkin. dengan demikian menghafalkan Al Quran adalah bentuk pendidikan anak usia dini yang tepat.

