Konsep Harta Sebenarnya

“Berbisnis dengan Allah” berbisnis yang tidak akan pernah rugi adalah ketika manusia berbisnis dengan Allah melakukan perdagangan dan selalu untung karena harta sebenarnya manusia adalah harta apa yang ia infaqkan di jalan Allah, karena semua harta akan berhenti kepemilikannya selama kita di dunia hanya harta yang disedekahkan yang akan menjadi harta sebenarnya. Disaat perniagaan orang lain mengalami kerugian, ada satu perniagaan yang senantiasa untung tak kan pernah dan tak kan rugi selamanya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (Fathir : 29)

Bekal Setelah Kematian

Kita sering mendengar kalimat “harta yang dimiliki seseorang di dunia tidak dibawa mati”, ternyata kalimat ini perlu di kaji, secara fisik dan konteks memang harta tidak dibawa oleh orang yang sudah meninggal akan tetapi amal sedekah jariyahnya (wakaf) yang di lakukan dengan harta tersebut lah yang akan menjadi bekalnya dihari akhirat nanti, maka istilah yang tepat adalah harta yang diwakafkan disedekahkan itulah harta sebenarnya yang kita tabung investasikan sampai hari akhirat nanti. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang sholeh yang mendoakannya” (HR. Muslim no. 1631)

Program-program Dakwah Mengaji Kids

yang sedang berjalan adalah sebagai berikut :

Program Pendidikan

  • Beasiswa Hafidz Quran
  • Beasiswa Kader Ummat

Program Kesehatan

  • Asuransi Kesehatan Guru Ngaji
  • Asuransi Kesehatan Imam, Dai

Program Wakaf Mengaji Kids

  • Pembangunan Lembaga Quran dan Bahasa Inggris
  • Bantuan Sarana dan Pra sarana Lembaga

Cara Infaq dan Wakaf Untuk Mendukung
Program Mengaji Kids

Setor Cash

Menyerahkan Infaq atau Wakaf ke Kantor secara langsung

CSR Perusahaan

Perusahaan atau lembaga hukum yang mengalokasikan Dana sosial perusahaan untuk mensupport kegiatan positif Mengaji Kids

Transfer

Mengirimkan Infaq & Wakaf melalui No Rekening tanpa harus datang ke kantor Lembaga

Layanan Jemput

Jemput Infaq & Wakaf untuk wilayah DKI Jakarta dengan beberapa Ketentuan

Dividen Saham

Pengalihan hak kepemilikan dividen saham yang dimiliki jamaah untuk dialihkan ke Mengaji Kids sesuai kesepakatan pemilik saham pasar modal

Kolektif

Infaq & Wakaf yang dilakukan secara Berjamaah/kolektif dari kumpulan anggota Jamaah majelis, Keluarga, komunitas atau organisasi

Tabungan Infaq

Tabung yang dibagikan kepada Calon wakif dalam bentuk uang kecil, Receh yang dihimpun di celengan dan dalam waktu tertentu diserahkan ke Mengaji Kids

Jangan Tunda lagi niat baik anda, segera Tunaikan Amal Sholeh
dengan ikut Berdonasi dengan menekan tanda dibawah ini :

Bagikan :