Oleh : Zulfikri Sidik, S.H.I
Menjadi sebuah kelebihan seorang anak jika dimasa belia orangtuanya sudah menyadari betapa pentingnya mengenalkan anak tentang Al Quran sedini mungkin, karena ia orangtuanya telah menyadari bahwa semua orang akan mengalami hal yang sama dalam fase kehidupan, maka ia memutuskan untuk memulai secepat mungkin mengenalkan Al Quran kepada anaknya sedini mungkin.
Hal ini sangat positif akan memberikan stimulus pertumbuhan anak, dalam prinsip mengenalkan huruf hijaiyaah sebelum Alfabet, dan sebagai muslim yang menyadari bahwa Al Quran merupakan pedoman hidup manusia, dan ini merupakan bentuk tasabuq fil khoir berlomba-lomba dalam kebaikan, yang mana ketika seseorang sudah memulai, tidak menutup kemungkinan orang lain pun akan mengikuti langkahnya dan menjadikannya sebagai role model, panduan untuk mencapai hal yang sama, niscaya ia akan mendapatkan pahala double mengapa? Karena poin pertama ia sudah menjalankannya untuk anaknya dan kedua orang lain yang mengikutinya. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW sampaikan :
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan makai ia akan mendapatkan (kebaikan) seperti orang yang mengerjakannya”
Walaupun pada akhirnya akan muncul orang setelahnya orang yang lebih baik namun yang membedakan adalah orang lain sudah memulainya terlebih dahulu sedangkan kita baru menyadarinya kemudian mengikutinya.
Maka Ketika kita memulai sesuatu sedini mungkin maka kita akan sampai garis finish lebih awal dari yang lain dalam hal apapun, termasuk dalam hal ini adalah menghafal Ayat suci Al Quran yang mana jika sejak kecil Sudah dimulai dengan konsisten dan disipilin yang tinggi tanpa ada paksaan kepada anak dan disisi lain anak menjalankannya dengan semangat dan sepenuh hati maka akan semakin cepat untuk tercapainya goal tujuannya.
Dengan demikian permasalahan target yang pertama sudah selesai dan bersiap untuk menghadapi target dan tujuan selanjutnya, banyak fadhilah nilai kebaikan yang diraih seorang anak jika ia sejak dini sudah diantarkan untuk mengenal Al Quran diantaranya :
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Ibnu Majah menyatakan bahwa:
مَنْ قَرَأَ القُرْانَ قَبْلَ أَنْ يَحْتَلِمَ فَهُوَ مِمَّنْ أُوْتِىَ الحكم صَبِيًّا
“Barang siapa yang menghafal al Quran sebelum baligh, maka ia termasuk orang yang diberi ilmu sejak kecil.” (Hr Imam Baihaqi dan Ibnu Majah)
Diberi ilmu sejak kecil, Allah SWT mengangkat derajat seseorang dari Ilmunya dan dengan ilmu seseorang bisa mendapatkan harta, ilmu dan harta keduanya penting dan menyeimbangkan dengan ilmu mampu mengarahkan niat seseorang dalam bekerja semata-mata ingin meraih Ridho Allah SWT.
Ilmu yang dimaksud adalah Ilmu Agama, Al Quran, Hadits, hal yang mendasar dalam ilmu Fiqih Ketika anak sebelum usia baligh sudah diberi muqodimah dasar ilmu ini maka insyaallah kebutuhan agama Sudah tertanam sejak dini sehingga menjelang usia dewasanya tidak lagi harus memulai membaca Al Quran lagi, mulai menulis Arab lagi, memulai belajar fiqh lagi akan tetapi sudah terpenuhi Ilmu Agama dasar dan bersiap untuk menghadapi tantangan dunia. Kemudian apa selanjutnya Ketika telah selesai pada suatu ilmu? Bersegeralah untuk mencari ilmu lainnya karena ilmu itu sangat luas.
Sebagai seorang muslim maka kita perlu mendahulukan Ilmu Fardhu Ain sebelum Ilmu Fardhu Kifayah.

