Cara Praktir Menghafal Al-Quran Usian Dini

Oleh : Zulfikri Sidik, S.H.I

Melihat perkembangan sistem Pendidikan islam di Indonesia pada akhir-akhir ini Pendidikan berbasis tahfidz menjadi daya tarik tersendiri bagi para orang tua yang ingin menjadikan anak-anaknya hafidz-hafidzah Al Quran berbagai persiapan sudah dilakukan bahkan ada yang sudah merencanakan sejak anaknya yang baru lahir.

Namun dengan demikian, ada beberapa perbedaan yang akan ditemukan dilapangan dimana anak-anak yang duduk dibangku sekolah perbedaan dalam pencapaian, daya tangkap, daya ingat mereka, ada yang sangat mudah untuk menghafal ada juga yang kesulitan dengan pelajaran hafalan. 

Perlu diketahui oleh para orang tua sekalian bahwa ada beberapa faktor penting yang perlu disiapkan sebelum anak masuk usia baligh jika anaknya ingin ditempatkan di Lembaga Pendidikan tahfidz yang jika hal ini dilakukan diperhatikan insyaallah akan memudahkan anak dalam mengarungi perjalanan pendidikannya. 

Diantaranya adalah ada perbedaaan anak yang sudah pernah khatam bacaan Iqro bacaan pemula dengan mereka yang belum sama sekali khatam baca iqro dan ada perbedaan anak yang sudah pernah khatam tilawah Al Quran (tanpa hafalan) dengan anak yang belum sama sekali khatam tilawah Al Quran, ada perbedaan yang mencolok diantara mereka. 

Dimana anak yang sudah pernah khatam tilawah Iqro dan khatam Quran lebih cepat dalam proses menghafal dan setoran kepada ustadz/ustadzah musyrif akan tetapi, anak-anak memang yang belum ada basic dalam bacaan Al Quran kemudian ditempatkan bersama anak yang sudah siap menghafal terjadi perbedaan yang cukup signifikan, maka kepada para orang tua yang berniat ingin memasukan anaknya ke Lembaga Pendidikan berbasis tahfidz bekali mereka dengan standar dalam bacaannya setidaknya dengan khatam bacaan Iqro.  

Dibawah ini adalah beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengajarkan anak menjadi orang yang mencintai Al Quran serta ingin menghafalkannya. 

a) Bayi (0-2 Tahun)

  1. Bacakan Al Quran dari surat- surat pendek Juz 30 dimulai dari Surat Al Fatihah
  2. Tiap hari 4 kali waktu  (Pagi, Siang, Sore, Malam)
  3. Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
  4. Hari ke-2 mengganti surat baru dengan cara yang sama
  5. Dimulai dengan murojaah surat yang sudah di talaqi diulang 1-2x

b. Anak diatas 2 Tahun

  1. Metode yang sama sampai kemampuan pengucapan baik
  2. Jika pengucapan kurang baik maka ditambah durasi waktu menghafal
  3. Sering diperdengarkan murotal Al Quran 

c. Diatas 4 Tahun

  1. Mulai diajarkan mengenal Huruf Hijaiyyah
  2. Ajari bimbing dalam menghafal Surat baru
  3. Ajarkan membaca Iqro sampai khatam 
  4. Waktu interaksi dengan Al-Quran 3-4x perhari 
  5. Usahakan Khatam Iqro dan Khatam Tilawah Al Quran 
  6. Selalu beri motivasi dan Reward setiap pencapaian hafalan

Ketika anak dari usia balita sudah menghafal ayat-ayat Allah, maka hal tersebut adalah tabungan pahala untuknya dan orang tuanya, yang tentu saja akan berimplikasi besar untuk keshalihannya dimasa depan. Sehingga kelak Ketika baligh dewasa jiwanya memiliki imunitas untuk meninggalkan hal-hal yang tidak sesuai dengan fitrah jiwanya. 

Menghaal Quran sejak balita bisa dikatakan sebagai usaha untuk mengulang sejarah emas para ulama salafus shalihin, para saintis cendikiawan muslim yang Berjaya dimasa lalu maupun yang akan dating nanti, karena ulama dahulu sudah menyelesaikan hafalan qurannya diusia belia sebelum masuk usia balighnya. 

Ulama-ulama zaman keemasan Islam seperti Imam Syafii (hafal Quran Ketika berusia 7 Tahun), bisa dikatakan menyelesaikan Ilmu Fardhu Ain terlebih dahulu kemudian ilmu fardhu Kifayahnya.  

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Mulai Percakapan
Klik untuk mengajukan Pertanyaan

× Ada yang bisa kami bantu?